BICARA HATI

BICARA HATI

Oleh: Winaria Lubis


Tak usah tanya mengapa aku sukaimu

Tak usah tanya mengapa aku sayangimu

Dan kau pun tak perlu tahu mengapa cinta bisa tumbuh di hatiku.

Meski tabu.

Meski semua tak logika.

Namun, begitulah keadaannya.


Caramu

Sapamu

Senyummu

Perhatianmu

Baikmu

Semua telah membius hatiku.

Dan aku tak mampu berkilah atau berdalih.


Seketika tersadar namun tak bisa menghindar.

Salah tapi tak mampu berpaling.

Aku tersirap dalam nuansamu.

Hingga rindu pun mulai berbenih.

Harapku bergelora untuk bisa lebih sekadar bicara hati.

Namun, sampai saat ini, ketika aku mampu menepismu,

Hatiku tetap menyuarakan indahmu.


Biarlah dirimu hanya cerita masa lalu.

Masa lalu kita, entah indah, entah salah, entah bermakna.

Sementara yang kutahu, bersamamu aku pernah merasa bahagia.

Entah bahagia semu, entah pun bahagia yang mengisyaratkan makna kesetiaan atau kegoyahan.


Hai, dirimu.

Semoga kisah kita memberi pelajaran tentang bagaimana menghargai.

Tentang bagaimana ikhlas mencintai.

Tentang bagaimana bertahan meski dalam tekanan dan penderitaan.


Hai, dirimu.

Terima kasih untuk kisah kita ini.

Semoga menjadikan pelajaran berharga untukku untukmu.

Seumpama hujan badai yang meninggalkan petaka, namun berakhir dengan pelangi dan kehidupan baru yang indah.

Jaga dirimu, jaga hatimu, jaga cintamu.

Jangan lagi terbagi untuk siapa pun kecuali hanya untuk dia.

Seperti matahari yang hanya terbit setelah malam berakhir.



Jakarta, 09 September 2020

By: Cinta Dewi Kelana

#CintaDewiKelana

(Dipindahkan ke blog ini tanggal 14 November 2021)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAHASA NEGRIKU, BAHASA INDONESIA

DIAM ADALAH CARAKU BERBAHASA KEPADA ILLAHI